0

Rehabilitasi Lahan

Rehabilitasi lahan terdegradasi merupakan upaya mengembalikan kembali produktivitas lahan.  Upaya rehabilitasi telah banyak dilakukan oleh Departemen Kehutanan dengan berbagai programnya. Namun demikian upaya tersebut belum menunjukkan hasil yang optimal. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya partisipasi masyarakat. Untuk mendukung upaya rehabilitasi lahan terdegradasi ini perlu dicari teknologi rehabilitasi lahan yang berbasiskan partisipasi masyarakat dan sumberdaya lokal 

Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi biofisik, permasalahan dan potensi lokasi penelitian, dan pola tanam yang dicobakan dalam rangka menyusun model rehabilitasi berbasis partisipatif dan sumberdaya lokal.

Hasli yang diperoleh adalah : 1) Lokasi penelitian pada umumnya berbukit dengan kelerengan 0-15%, jenis tanah kompleks alfisol dan inceptisol, tipe iklim E dan suhu maksimum rata-rata bulanan yang cuku tinggi (29,9 – 31,10C).  Berdasarkan kondisi tersebut ketersediaan air dan suhu merupakan salah satu faktor penghambat; 2) Permasalahan yang berkaitan dengan rehabilitasi lahan adalah kondisi iklim yang agak kering dan suhu maksimum tinggi,  tingkat pendidikan masyarakat relatif rendah, kontribusi lahan tegalan terhadap pendapatan masyarakat yang relatif rendah dan sumber pakan ternak yang terbatas.  Sedangkan potensi yang mendukung untuk dikembangkan adalah potensi ternak yang cukup besar, masyarakat sudah terbiasa menanam sumber pakan ternak dan terdapat beberapa kelembagaan masyarakat yang berpotensi untuk diberdayakan; dan 3) Rehabilitasi lahan yang dapat dilakukan adalah berbasis peternakan dengan tanaman Mahoni, MPTS dan sumber pakan ternak.  Teknik KTA yang diterapkan harus sederhana yaitu tanaman jalur menurut kontur.